Rabu, 01 Agustus 2012 - 12:02:43 WIB
Calon Wali Kota Bekasi dari Demokrat, Elektabilitas Bukan UtamaKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 780 kali

Baca Juga:Prijanto : Sebarkan Isu Sara Bukti PengkhianatanMengutuk Tindakan Brutal Aparat Keamanan di Kabupaten Ogan Ilir!Kontras : Tindakan Brutal Anggota Brimob Dalam Sengketa Lahan PTPN Cinta ManisPemerintah Diminta Tuntaskan Kasus 27 Juli

Oleh: Didit Susilo (Direktur Bekasi Parliamentary Center)

SAAT ini ke-13 bakal calon walikota Bekasi dari Partai Demokrat sedang melakukan tahapan sosialisasi ke masyarakat melalui pengenalan spanduk dan baliho. Berkas ke -13 balonkot juga sudah dikirim Tim Desk Pilkada DPC Partai Demokrat (PD) Kota Bekasi ke DPD PD Jabar. Diprediksi akan terjadi ‘perang bintang’ untuk memperebutkan rekomendasi dari DPP PD. Saluran loby politik dan gizi politik akan mewarnai pertarungan antar kandidat. Kita Tunggu!!!.

Semua berkas ke -13 balonkot akan dilakukan verifikasi faktual meliputi, dukungan massa, finansial dan elektabilitas/popularitas, oleh Tim 9. Tim 9 sendiri teridiri 3 orang utusan DPC PD Kota Bekasi, 3 orang utusan DPD Jabar dan 3 orang dari DPP PD. Tahapan wawancara kandidat ini sebagai acuan data faktual untuk penentu kesiapan para balo dan sejauh mana dukungan massa yang dimiliki sebagai modal kemenangan.

Tahapan berikutnya adalah survey kandidat yang dilakukan lembaga survey independen. Namum tahapan survey hanya untuk kepentingan internal dan tidak dipublikasikan. Hasil data sampling survey juga hanya pelaporan internal ke DPP PD. Secara teoritis justru posisi utusan 3 orang dari DPC PD di Tim 9 sangat strategis karena dianggap paling mengerti latar belakang para kadidat termasuk rekam jejak (track rekord) yang bersangkutan.  

Diantara anggota Tim 9 dari DPC PD, yaitu anggota Fraksi PD DPRD Kota Bekasi, Haeri Parani dan Zaiman Affan. Tiga orang itu nanti yang paling banyak dimintai pertimbangan dan masukan oleh DPP PD. Semua hasil data verifikasi baik wawancara dan administrasi oleh Tim 9 akan dilaporkan ke DPP sebagai langkah dan landasan turunnya rekomendasi.

Seperti di daerah lain dan kebiasaan PD dalam mencalonkan kepala daerah semua tergantung arahan dari Dewan Pembina PD yaitu Presiden SBY. Apalagi Kota Bekasi termasuk jaring utama penyangga ibukota yang selama ini menjadi target utama. Bercermin dari Pemilukda di Jabotabek selama ini, turunnya rekom bisa dipastikan yang sudah di flot oleh elit PD. Seperti Kab Karawang, saat itu rekom jatuh ke Celica Nurahcdiana dan berhasil memenangkan Pemilukada. Begitu juga Kab Bekasi, rekom jatuh ke Ketua DPC PD Rohim Mintareja yang bergandengan dengan Golkar dan berhasil memenangkan Pemilukada.

Untuk DKI Jakarta rekom dari semula dipastikan jatuh ke incumbent Fauzi Bowo. Namun, karena blunder akhirnya Fauzi disandingkan dengan Nachrowi yang juga Ketua DPD PD DKI Jakarta.

Untuk saling berkompetisi mendapatkan rekom, para kandidat PD Kota Bekasi yang memiliki 14 kursi DPRD jelas akan sengit. Loby dan manuver politik untuk menyakinkan DPP PD layaknya perang bintang. Riak itu sudah terlihat saat Marhaban Sigalingging yang merupakan kader Partai Gerindra berhasil ikut verifikasi meski tidak membuat KTA (Kartu Tanda Anggota) Demokrat. Marhaban dengan loby seorang pengurus DPP berhasil menyakinkan panitia desk Pilkada PD untuk terus ikut maju.

Dari ke -13 kandidat yang maju, beberapa orang memiliki jaringan loby politik ‘kelas atas’ agar direkomendasikan maju Pemilukada. Seperti mantan Ketua DPC PD, Awing Asmawi (Anggota Fraksi PD DPRD Jabar) yang pada Pemilukada tahun 2007 berhasil mendapatkan rekomendasi namun kalah, Kandidat internal seperti Ketua DPC PD Andi Zabidi memiliki potensi loby yang sama. Kemudian anggota DPRD Kota Bekasi Ratu Tatu Sukarsih, mantan Ketua DPC Dadang Asgar Nooer dan anggota DPRD Jabar Achdar Sudrajad.

Kandidat eksternal yang memiliki potensi kekuatan loby itu disandang, Darip Mulyana (mantan Wakil Bupati Bekasi) dan Ketua MPP Partai Gerindra Marhaban Sigalingging. Namun, kondisi elit PD yang sedang terjadi tarik ulur kekuatan antara struktural dan Dewan Pembina segala kemungkinan bisa saja terjadi. Nyaris, DPP PD yaitu Anas Urbaningrum dan Ibas memiliki kewenangan mutlak.

Kondisi ini memaksa para kandidat akan membangun dan berusaha bermanuver dengan bantuan para mantan jenderal yang mendominasi pengurusan Dewan Pembina dan struktural. Mau tidak mau ‘perang bintang’ akan terjadi untuk saling mempengaruhi demi mendapatkan rekom.            

Dengan kondisi ini semua tergantung dengan keputusan dan kemauan DPP. Artinya meski Awing Asmawi (Aa) dipastikan yang mendapatkan elektabilitas dan popularitas tertinggi dalam survey tidak secara otomatis akan direkomendasikan, apalagi Aa pernah kalah dalam Pemilukada sebelumnya. Peluang sangat terbuka pada Andi Zabidi (AZ) selain sebagai Ketua DPC, AZ belum lama ini juga direkomendasikan untuk menjabat Ketua DPRD Kota Bekasi.

Dengan kekuatan struktural dan jalur loby partai, AZ memiliki kans yang terbuka lebar tergantung pada personality AZ untuk menyakinkan DPP. Permasalahannya apakah jika didorong AZ akan berpontensi menang tergantung pada ramuan koalisi nanti.

Dengan kondisi ini bukan berarti kuda hitam tidak memiliki peluang sama. Semua masih fluktuatif namun bercermin pada jalannya turunnya rekomendasi, kandidat internal memiliki kans yang paling memungkinkan.

Incumbent Walikota Bekasi Rahmat Effendi sepertinya juga menunggu hasil verifikasi PD selain verifikasi PDIP. Meski Rahmat Effendi sudah aman untuk maju Pemilukada karena sudah membentuk bangunan koalisi ‘save’ bersama PPP, PKB dan Hanura. *.                         


2 Komentar Pembaca kata lucu terbaru
15 Januari 2013 - 20:30:06 WIB

makasih banyak atas beritanya begitu berguna dan bermanfaat sekali khussunya bagi saya sebagai pembaca setia situs ini...
automatic gate
21 April 2014 - 23:25:31 WIB

terkadang saya berpikir masih adakah website yang menyajikan info info menarik dari sumber yg terpercaya,namun setelah ane menemukan website ini semua angan itu terbantahkan..thanks admin telah menyajikan info yang bermanfaat.
http://goo.gl/XOPZLw
<< Awal | < Mundur | 1 | Maju > | Akhir >>















Isi Komentar:

Nama
:
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode di atas,
kemudian klik tombol KIRIM, cukup sekali.)
Cek komentar Anda di halaman depan.

 



TerpopulerCoca-Cola Amatil Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Peduli Lingkungan dari Bupati Bekasi (13371)Warga Ruko MItra Bekasi Mengadu ke Wakil Ketua DPRD (6016)STIM Budi Bakti Mantapkan Langkah Cetak Sarjana Berkualitas (4061)Warga Perumahan Korban Banjir Demo Tuntut Pertanggungjawaban Walikota Bekasi (2187)CCAI Beri Pelatihan bagi Pelanggan Sambil Melihat Proses Produksi Coca-Cola (2149)Ahok Dinilai "Bo Ceng Li" dan Tak Tahu Diri (1912)Jokowi Dapat Ancaman akan Dibunuh, SBY: Negara Memberi Perhatian Penuh (1799)Dadang Mulyadi dan Lucky Hakim Siap Wujudkan Perubahan (1740) Refleksi HUT Kota Bekasi ke-17, Setahun PAS Masih Paspasan (1705)Rumah Dijual : Desa Sila Karang, Sukawati Gianyar (1499)
KASUSProyek Pengecoran Jalan Santika Rt 05/02 Terbengkalai, Kepala UPTD Tutup Matawartabekasi.com, TERBENGKELAI - Pengerjaan proyek pengecoran jalan di Jalan Santika RT 05/02 Kelurahan ...


Kejaksaan Diminta Serius Usut Kasus Korupsi di Sudin Kebersihan JakbarPenyiar Dakta dan Politisi PKS Tewas KecelakaanPerda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2011 DisahkanPemkot Bekasi Kunjungi Kandang Unggas yang Dikeluhkan Warga Kp RawarokoIMMC: 60 % Kekerasan Terhadap Anak berupa Fisik dan Emosional Kekerasan Terhadap Anak Dominan Bermotif Eksploitasi Ekonomi dan SeksualParpol Incar Transaksi Politik Jelang Putaran II Pilkada DKI
Laporan KhususPekerjaan Proyek 2,7 Milyar Bina Marga Dilaporkan Ke Kejaksaanwartabekasi.com, SILUMAN -Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada ...


Nyaleg Pindah Parpol Anggota DPRD Kota/Kab Bekasi di-PHKPengusaha PT Puri Tirta Dipanggil Ajudan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi yang DatangJabatan Sekda Kabupaten Bekasi Jangan DipolitisirCalon Wali Kota Bekasi dari Demokrat, Elektabilitas Bukan UtamaPRD, Menemukan Kembali Jalannya Revolusi